INDAHNYA SALING MENGHARGAI
KITA TERLAHIR
Alhamdulillah kita terlahir dengan sehat
Alhamdulillah kita bisa menangis ketika terlahir ke dunia
Senyum kecil penuh arti buat bunda
Bersyukur ketika bermacam mainan lucu dapat kita pegang
Syukur bunda karena kita bisa jejak wajahnya
Ketika kita tdk jejak, bunda yang pasang kaki kita di wajahnya
Alangkah beruntungnya kita dikaruniai segala apa yg kita butuhkan
Bunda Tak mungkin biarkan kita dalam ketidaknyamanan
Selalu nyaman yang kita dapat rasakan
Kita rasakan ketika sentuhan tangan lembut bunda merawat kita
Kita terlahir sebagai seorang manusia
Manusia ciptaan Allah yang paling sempurna diantara makhluk-Nya
Dalam satu waktu tak hnya kita saja yang terlahir
Tak hanya sepupu kita, ponakan kita, da tidak hanya adik kita saja
Namun berjuta makhluk suci tanpa noda terlahir ke dunia
Dunia yang penuh berkah bagi yang mau diberi berkah
Yang mau adalah orang yang bersyukur
Yang mau bukan orang yang kufur
Dengan usaha dengan berdoa dengan keimanan
Dengan keimanan yang terbentuk
Maka rasa syukur diwuJudkan
Diwujudkan dngan segala bentuk ibadah
Ibadah kepda Allah
Bahwa hidup ini adalah yang memberi Allah
Dan berarti kita hidup karena Allah dan untuk menuju Allah
Apa guna hidup untuk dunia
Semua hidup menuju akherat
Semua akan mati
Kesempatan hidup dunia sebagai jembatan menuju tujuan akhir
Pasti semua menginginkan syurga
Tapi….
Apakah perilaku kita sudah bisa untuk beli tket menuju syurga
Bagaimana meraih syurga…
Tidak mudah pasti untuk meraihnya
Butuh kesungguhan yang benar-benar mengakar dalam diri
Apa itu?
BELUM TENTU AKU BENAR
Tak usah jauh dulu aku melangkah
Better step-by step but realy
Segala tingkahku diridhai-Nya adalah menuju kemudahan
Menyenangkan orang lain dengan jalan baik adalah semoga atas ridha-Nya
Berbicara pelan dan tenang adalah harapan dan dibutuhkan pendengar
Kata-kata bijak, jujur, tanggung jawab adalah menyenngkan
Mendengarkan orang sedang bicara adalah menghargai
Bukan menyakiti, bila tak setuju
Bilanglah dengan baik-baik
Daripada menyakiti better diam
Inlah pelajaran hidup untukku renungkan
Selama ini aku menyakiti
Selma ini aku kurang berfikir
Tentang kata-kataku yang kuanggap biasa belum tentu u/ orang lain.
Bicara dengan hati lebih melegakan
Tidak akan kecewa dan gelisah setelah mengatakannya
Karena hati bersih yang bicara
Belum tentu aku benar
Belum tentu juga orang lain benar
Jangan salahkan orang yang berpendapat
Belum tentu aku dapat membenarkannya
Tapi giringlah dia kepada persepsi yang benar dari kesalahan
Menjustis sesuatu yang belum tentu salah tapi tidak juga benar
Menganggap salah adalah menyakitkan
Kuatkan iman, dengan selalu mengingat-Nya
Bahwa da malaikat, beribu malaikat mencatat amal baik dan amal burukku.
Berbuat setitik kebaikan adalah siraman air segar
Berbuat setitik keburukan adalah siksaan untuk hati
Penodaan hati yang suci….
Tak usah berharap untuk dihargai jikaku tak mau menghargai
Ijinkanku menghargaimu dan “diammu” lebih menghargaiku
Tapi diamu juga bisa menyakiti
Aku tau Anda lebih tau tentang ini
Sukron…
MASIHKAH AKU BERMAKNA
Sampaikan maafku ini untuk yang di hati
Sampaikan maafku ini untuk yang mencintai
Untuk yang menyayangi
Untuk yang melindungi
Untuk yang mengerti
Yang selalu berdoa
Yang selalu mengalah Sampaikan maafku …
Akankah noda ini terhapuskan
Tak tau masihkah aku bermakna untuk beliau
Kapan aku pernah bermakna
Pernahkah
Masihkah aku ada
Adakah aku dihati beliau
Adakah maknaku untuk beliau
Masihkah ku diberi kesempatan
Atau terlambatkah aku melangkah
Masihkah aku dipercaya
Oleh yang aku sayangi sejak aku lahir
Semoga tali indah ini selalu terajut kuat
Menjadi satu genggam jiwa
Satu makna…..kekuatan Cinta Tulus Bunda dan aNa
Terimakasih Tuhan
Kapan aku dengarkan seruan-Mu
Berhakkah aku masih berharap belas-Mu
Kapan aku mengingat-Mu
Padahal ku jarang dengarkan
Padahal langkah ini mulai tak berarah
Tapi
Kau dekati hamba yang penuh hina
Dengan kesabaran Cinta-Mu
Yang telah kembalikan hamba ke Jalan –Mu
Tak ada yang melebihi besarnya Cinta-Mu
Ya Allah selamatkan aku dan semua
Tak ada penyelamat kecuali IzinMu
0 komentar:
Posting Komentar